Imbas Ransomware Kuantum, BI Bekukan Transaksi ke Eropa dan AS Mulai Pagi Ini
JAKARTA, – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mengambil langkah preventif yang sangat ekstrem pada Rabu (7/1/2026) pagi. Otoritas moneter tersebut secara resmi menginstruksikan seluruh perbankan nasional untuk menangguhkan sementara layanan transaksi lintas negara atau cross-border.
Penangguhan ini dikhususkan untuk jalur keuangan menuju wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Keputusan mendadak ini diambil sebagai respons cepat terhadap serangan siber global jenis ransomware berbasis kuantum yang telah melumpuhkan sistem perbankan di negara-negara Barat sejak kemarin.
Lindungi Sistem Perbankan Nasional
Gubernur BI dalam keterangan pers singkatnya pagi ini menegaskan satu hal penting. Langkah ini bersifat mutlak demi melindungi integritas data nasabah Indonesia.
Pihak bank sentral tidak ingin malware canggih tersebut menyusup masuk ke sistem perbankan domestik. Risiko penyusupan sangat tinggi jika gerbang transaksi internasional yang terhubung dengan bank terdampak tetap dibuka.
“Kami memerintahkan pemblokiran sementara gateway pembayaran ke zona merah terdampak siber hingga sistem keamanan mitra di sana dinyatakan bersih sepenuhnya,” ujar juru bicara BI.
Eksportir Mulai Menjerit
Dampak dari kebijakan shutdown parsial ini langsung dirasakan oleh sektor riil. Asosiasi Eksportir Indonesia melaporkan kepanikan massal di kalangan pengusaha pagi ini.
Ribuan tagihan atau invoice pembayaran bahan baku impor dilaporkan macet total. Dana operasional yang seharusnya cair hari ini tertahan di sistem kliring internasional.