Fenomena Unik “Jastip” Air Galon: Wisatawan Borong Stok di Batu untuk Dijual ke Surabaya
BATU, – Krisis air bersih dan gangguan distribusi logistik yang melanda Surabaya pasca-banjir kilat sore tadi memicu fenomena ekonomi yang tidak terduga. Pada Sabtu (10/1/2026) petang, minimarket di sepanjang jalan raya Kota Batu menuju Surabaya mengalami kelangkaan stok air mineral kemasan galon.
Pemandangan tidak biasa terlihat di area parkir toko-toko modern tersebut. Alih-alih membawa oleh-oleh khas seperti apel atau keripik, bagasi mobil para wisatawan yang hendak turun ke Surabaya justru dipenuhi oleh tumpukan galon air mineral.
Peluang Bisnis di Tengah Krisis
Fenomena ini dikenal sebagai Jasa Titip atau “Jastip” air bersih. Para pelancong melihat peluang bisnis di tengah kepanikan warga Surabaya yang kesulitan mendapatkan air minum layak konsumsi akibat banjir yang memutus jalur distribusi distributor resmi.
Salah seorang wisatawan asal Sidoarjo mengaku memborong 10 galon air mineral dari sebuah minimarket di kawasan alun-alun Batu. Ia berencana menjual kembali air tersebut kepada tetangga di perumahannya yang kehabisan stok.
“Di Surabaya dan Sidoarjo kabarnya truk agen air tidak bisa masuk karena banjir. Jadi mumpung di Batu stok masih ada, saya bawa saja sekalian. Tetangga banyak yang titip, berani bayar lebih mahal Rp 5.000 per galon,” ujarnya saat ditemui wartawan.