Harga Emas Antam Tembus Rp1,85 Juta/Gram, Warga Ramai Jual Simpanan

Harga Emas Antam Tembus Rp1,85 Juta Per Gram, Warga Ramai Jual Simpanan Demi Cuan
Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia hari ini, Selasa (16/12/2025). Grafik harga emas mencetak sejarah baru yang fantastis. PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan kenaikan harga yang sangat signifikan.
Situs resmi Logam Mulia menampilkan angka Rp 1.850.000 per gram pada perdagangan pagi ini. Angka tersebut memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah emas di Indonesia. Kenaikan drastis ini langsung memancing reaksi pasar yang luar biasa.
Rupiah Melemah Jadi Pemicu Utama
Para analis ekonomi menyebut dua faktor utama sebagai penyebab lonjakan ini. Pertama, harga emas Antam naik seiring dengan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Mata uang Garuda sedang tertekan di kisaran Rp16.600 per Dolar AS.
Kedua, ketidakpastian ekonomi global membuat investor panik. Mereka memburu aset aman atau safe haven. Aksi borong emas oleh bank sentral dunia juga mengerek harga emas internasional. Oleh karena itu, harga di pasar domestik ikut terkerek naik secara otomatis.
Gerai Emas Diserbu Warga untuk Buyback
Fenomena menarik terjadi di berbagai butik emas Antam dan toko emas konvensional. Masyarakat tidak menyia-nyiakan momentum langka ini. Mereka berbondong-bondong membawa emas simpanan mereka ke toko.
Tujuannya satu, yakni melakukan penjualan kembali atau buyback. Mereka ingin mengambil selisih keuntungan (capital gain) yang besar. Antrean warga terlihat mengular di Butik Emas Antam Pulo Gadung dan Gedung Antam Jakarta sejak pagi.
“Saya beli dua tahun lalu pas harga masih sejuta awal. Sekarang sudah Rp1,8 juta. Saya jual sebagian buat dana liburan akhir tahun,” ungkap Rina, seorang ibu rumah tangga yang ikut mengantre.
Harga buyback (harga jual kembali) hari ini juga ikut melonjak. Antam mematok harga beli kembali di kisaran Rp 1.710.000 per gram. Angka ini sangat menggiurkan bagi para investor jangka panjang.
Prediksi: Masih Bisa Naik Lagi?
Pengamat investasi menyarankan masyarakat untuk tetap bijak. Tren kenaikan harga emas Antam memang masih kuat. Namun, koreksi harga bisa terjadi sewaktu-waktu jika Rupiah kembali menguat.
Investor pemula sebaiknya menahan diri untuk tidak membeli di pucuk harga tertinggi (all time high). Sebaliknya, bagi pemilik emas fisik, saat ini adalah waktu yang tepat untuk merealisasikan keuntungan (profit taking).