Guncangan Finansial Global Sore Ini: “Ransomware Kuantum” Lumpuhkan Bank Eropa, BI Instruksikan Perbankan Nasional Siaga 1!
JAKARTA, – Dunia finansial global mengalami guncangan hebat pada Senin (5/1/2026) sore waktu Indonesia. Sebuah ancaman siber jenis baru dengan tingkat destruktif yang belum pernah terjadi sebelumnya dilaporkan telah melumpuhkan sistem operasional beberapa bank raksasa di jantung keuangan Eropa.
Laporan mendesak dari London dan Frankfurt menyebutkan bahwa institusi-institusi keuangan tersebut menjadi korban serangan varian ransomware terbaru. Yang mengerikan, para pakar keamanan siber menduga kuat bahwa serangan ini berbasis komputasi kuantum (quantum computing).
Enkripsi Standar Tak Berdaya
Serangan ini menandai mimpi buruk yang telah lama diprediksi oleh para ahli IT. Varian “ransomware kuantum” ini dikabarkan memiliki kemampuan untuk menembus dan mematahkan metode enkripsi standar yang selama ini menjadi benteng pertahanan data perbankan dunia. Akibatnya, sistem keamanan konvensional menjadi sama sekali tidak berdaya menghadapi penetrasi ini.
Laporan dari Eropa menggambarkan kekacauan digital; sistem transaksi online mati total, ATM offline, dan data internal terkunci dengan tuntutan tebusan dalam jumlah yang tidak masuk akal.
Respons Cepat Bank Indonesia: Siaga 1 Malam Ini!
Merespons situasi genting di Eropa yang berpotensi menjalar menjadi krisis global, otoritas moneter di tanah air bergerak cepat. Bank Indonesia (BI) pada Senin malam ini langsung mengeluarkan instruksi mendesak kepada seluruh pelaku industri perbankan nasional.
BI memerintahkan seluruh bank, baik Himbara maupun swasta, untuk segera mengaktifkan protokol keamanan siber tertinggi atau status “Siaga 1” mulai malam ini juga.
“Kami meminta seluruh bank untuk meningkatkan kewaspadaan ke level maksimal. Lakukan pemantauan infrastruktur IT selama 24/7 dan terapkan langkah-langkah mitigasi darurat untuk mencegah potensi serangan serupa masuk ke sistem keuangan Indonesia,” demikian bunyi petikan instruksi darurat yang beredar di kalangan direksi perbankan malam ini.
Langkah preventif agresif ini diambil BI untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga di tengah badai siber global yang baru saja dimulai. Malam ini menjadi ujian berat bagi ketahanan digital perbankan dunia menghadapi era baru ancaman siber.